Rabu, 18 Agustus 2010

biografi-ku

Kisah Singkat Hidupku :


Biografi


Nama lengkap saya Kadek Ageng Nuartha, saya biasa dipanggil “Ageng” oleh teman-teman saya. Saya lahir di Baturiti, 11 September 1994. Saya adalah anak ke 2 dari pasangan I Nyoman Gede Surata dan Ni Wayan Murniasih.Bapak saya seorang polisi yang tugas di Polda Bali, dan Ibu saya bekerja sebagai karyawan di PLN Bali.Saya memiliki kakak kandung perempuan yang berusia 1 tahun lebih tua dari pada saya.Dia tinggal di Kampung bersama nenek saya agar nenek saya tidak kesepian dikampung.

 Saat saya masih kecil hingga TK dan SD saya tinggal di Denpasar,tepatnya di jalan letda tantular. Saya bersekolah di TK Candra Kumara, lalu melanjutkan SD di SD 30 Dangin Puri.Saat saya SD tubuh saya gendut.Kelas 1 SD saya juga pernah mendapatkan Ranking 2.Teman-teman disana baik-baik sekali dan  ramah pula. Saya juga punya sahabat saat itu yang bernama Arjun.Saya dan Arjun sering berangkat ke sekolah, pulang sekolah dan bermain bersama-sama karena rumah kami dekat sekali.Arjun juga sering nyontek dengan saya, baik PR maupun saat ulangan.

Ketika kenaikan kelas ke kelas III SD saya sekeluarga pindah ke jalan Dewi Sri No 7X Batubulan, Gianyar dikarenakan lingkungan disana sering terkena banjir dan got-got yang kurang bersih.Lalu saya melanjutkan SD di SD 2 Batubulan. ketika saya melanjutkan SD disana, pertama kali sekolah teman-teman sombong-sombong sekali, apalagi ada genk cowok-cowok dikelas saya yang tidak mau mengajak saya bermain dan seakan-akan saya dikucilkan.Bahkan saya juga pernah dikerjain dan diejek-ejek babi,mereka juga mengatakan bahwa nama saya “Ageng” yang artinya ‘besar’ sangat cocok untuk body saya yang gendut. Tapi untungnya teman-teman yang cewek mau mengajak saya bergaul dan bermain. Lama-kelamaan, genk cowok-cowok itu akhirnya mulai mengajak saya bergaul.Kurang lebih sekitar 2 bulan kemudian, nenek saya yang tinggal dikampung meninggal dunia.Saat itu juga bertepatan dengan Bapak saya yang baru saja selesai mewinten.Bapak saya dan sekeluarga sangat sedih.Karena nenek saya sudah tiada, kakak saya yang tinggal dikampung pindah dan tinggal bersama saya, dan melanjutkan SDnya  ditempat yang sama dengan saya.

Ketika kenaikan kelas IV SD tiba-tiba ada murid baru. Saat itu saya dan teman-teman sedang mendapatkan pelajaran olahraga di sekolah.Ketika olahraga selesai saya masuk kelas,bu guru memberi tahu bahwa ada 2 orang murid baru.Lalu dua orang itu memperkenalkan dirinya, ternyata namanya Kayan dan Kande.Saat itu juga saya duduk sendiri di bangku. Lalu bu guru menyuruh Kande duduk dengan saya.Saya dan kande lama-kelamaan akrab dan berteman baik lalu kami menjadi sahabat, saya dan kande juga sering belajar kelompok bersama, main bersama dan juga sering mancing bersama.

  Saat kenaikan kelas V SD saya mendapatkan ranking 4 dikelas, saya juga sudah mulai mengikuti les-les.Ibu saya mendengar info bahwa sahabat saya dulu Arjun tidak naik kelas 2 kali. Saat saya kelas V SD, ternyata Arjun masih kelas III SD.Saya sedih mendengar info tersebut,banyak juga yang bilang kalau dia tidak naik kelas karena saya pindah, sehingga dia tidak bisa menyontek dan jadi malas belajar, karena dulunya kami sering belajar bersama.ketika saya naik ke kelas VI SD saya sudah harus belajar dengan serius.Saat itu sekolah mengadakan kerjasama dengan lembaga bimbingan belajar Prima Gama, dan lembaga tersebut mengadakan les di sekolah, setelah jam pulang sekolah.Sebelum Start les dimulai, sekolah mengadakan test untuk mencari kelas unggulan untuk les tersebut.Saya di beri test-test layaknya ulangan umum.Saya mengerjakan soal-soal tersebut sendiri dan dengan percaya diri. Saat hasil test tersebut diumumkan ternyata saya mendapatkan kelas unggulan, saya mendapatkan ranking 14 dari kurang lebih 120an anak kelas VI.Di kelas unggulan itu anaknya pinter-pinter, dikelas saya hanya 5 orang yang cowoknya berhasil masuk kelas unggulan tersebut.

Ketika kelas VI SD saya juga pernah mengikuti lomba yaitu lomba busana adat ke pura antar sekolah.Tapi tidak mendapatkan juara, mungkin karena saat itu sekolah tidak mau membantu dalam fasilitas adat busana dan juga faktor  tubuh saya yang gendut.Saya juga tidak mengerti kenapa saya dipilih untuk mewakili sekolah untuk lomba itu, padahal banyak teman-teman saya yang lebih bagus dan juga memiliki postur tubuh yang lebih bagus dari pada saya.Saya juga sering diejek-ejek gajah, celeng, babi, gendut dll.Pernah saya bercerita kepada Bapak saya kalau saya diejek-ejek seperti itu.Mendengar cerita saya,Bapak saya mungkin tidak ingin kalau saya diejek-ejek seperti itu,lalu Bapak saya berusaha mengajak saya berolahraga.Bapak saya yang juga senang olahraga bulutangkis mengajak saya untuk berolahraga setiap minggu di renon dan diajarkan mengatur pola makan.Dari situlah saya mulai menyenangi Bulutangkis.Saya juga semakin rutin berolahraga khususnya Bulu Tangkis.

Ketika lulus dari SD saya bersekolah di SMP PGRI 2 Denpasar bersama dengan sahabat saya Kande.Sebenarnya saya dan Kande dapat di SMP negeri yaitu SMP 2 Sukawati, tapi akses transportasi susah,sehingga saya memutuskan sekolah di SMP PGRI 2 Denpasar agar berangkatnya bisa bersamaan dengan Bapak dan satu sekolah dengan kakak saya. Saat SMP kelas VII pun saya mendapatkan kelas yang sama dengan Kande,lalu saya duduk sebangku dengan kande sama seperti di SD dulu.Saat naik ke kelas VIII saya juga masih sekelas dengan kande dan masih duduk sebangku. Kami sering belajar kelompok bersama, makan bersama dikantin dan mancing bersama-sama. Saya dan kande memiliki hobi yang sama, yaitu mancing ,renang dan bulutangkis.

Masa-masa SMP saya cukup menyenangkan khususnya saat kelas VIII SMP karena bisa membawa hp dan apabila jam istirahat saya dan teman-teman bisa main game, saling tukar game maupun mp3.Ketika kenaikan kelas IX SMP ternyata saya mendpatkan ranking 10 besar, saya mendapatkan kesempatan untuk mencari kelas 3 unggulan.Untuk mencari kelas unggulan saya di test soal-soal layaknya ulangan umum.Ketika menjawab soal-soal tersebut saya mengerjakannya dengan sendiri,menyontek pun tidak bisa karena duduknya di depan, disamping itu juga saya memang ingin mengerjakan soal itu sendiri.

Akhirnya saat pengumuman kelas unggulan ditempel di papan pengumuman saya berhasil masuk ke kelas IX A, saya sangat senang dan bangga saat itu.Tapi saya sedikit sedih karena pisah kelas dengan Kande.Tapi saya beruntung sekali bisa masuk di kelas tersebut karena orangnya pinter-pinter juga ramah-ramah.Awalnya saya sedikit takut nantinya saya yang paling bodoh, tapi seiring berjalannya waktu saya dan teman-teman XI A itu bisa beradaptasi,kami sama-sama saling membantu apabila ada teman yang sedang kesulitan.Ketika saya mengikuti Ujian Pemantapan saya pernah mendapatkan ranking 3 dari 574 siswa, saya sangat senang, walaupun dalam menjawab soal masih ada menyontek.

Saat menghadapi UN,saya dan teman-teman saling membantu, jujur saya memang dibantu oleh sekolah tapi sedikit.Berkat doa dan giat belajar saya bisa mengerjakan soal itu dengan baik dan lancar.Setelah sebulan menunggu, akhirnya pegumuman hasil UN diumumkan,ternyata nem saya cukup tinggi yaitu 37,45 ,saya senang sekali dan kaget melihat nem saya karena kalau dibandingkan dengan teman-teman rata-rata nemnya 34an.Dan yang terbesar di smp saya yaitu 37,50.  Memang kalau dibandingkan dengan sekolah lain mungkin nem saya tidak terlalu besar,tapi untuk ukuran smp swasta saya rasa nem saya cukup tinggi.

Saya juga pernah mengikuti TPA di SMA 3 Denpasar, soalnya susah-susah sekali. Ternyata saya tidak lolos TPA. Saya sempat kaget, karena saya pernah menanyakan kepada salah satu guru di SMA 3 Denpasar berapa nem terkecil disana.Guru itu menjawab ‘disini tidak memakai nem, hanya TPA’.Lalu saya bertanya kepada teman, kata teman saya ‘di SMA 3 Denpasar memakai nem’.Ketika memilih sekolah saya sedikit ragu-ragu ,tapi akhirnya saya memutuskan pilihan pertama SMA 3 dan pilihan kedua SMA 7.Walaupun salah satu guru SMA 3 Denpasar mengatakan tidak ada melalui jalur nem,tapi saya masih berharap bisa masuk di SMA 3 Denpasar melalui jalur nem. Suatu saat Bapak saya menelpon SMA 3 Denpasar untuk menanyakan berapa nem terkecil disana, lalu dikatakan 37,65.Saya kecewa sekali karena saya tidak dapat di SMA 3 Denpasar.

 Lalu ketika pengumuman siswa-siswa yang diterima di masing-masing sekolah datang,saya dan teman saya langsung saja ke SMA 7 untuk melihat, ternyata nama saya  tidak ada, saya langsung menelpon bapak saya.Lalu bapak saya ikut datang ke SMA 7 Denpasar.Saya dan Bapak saya sempat bingung kenapa nama saya tidak ada padahal nem terkecil di SMA 7 Denpasar 36,95an.Lalu ada seseorang Bapak-bapak menghampiri saya, bapak tersebut bertanya ada apa? Saya mengatakan bahwa nama saya tidak ada di papan pengumuman padahal nem saya mencukupi. Bapak itu bertanya, pilihan pertamanya dimana? Saya menjawab SMA 3 Denpasar, bapak itu memberitahu saya kalau di SMA 3 Denpasar nem terkecilnya 37,20. Saya heran karena  Bapak saya menelpon katanya nem terkecilnya 37.65. Lalu saya dan Bapak saya  langsung menuju SMA 3 Denpasar untuk memastikan. Ternyata saya dapat di SMA 3 Denpasar, saya merasa senang sekali.

Ketika saya mengikuti mos SMA 3 Denpasar, saya sangat heran, kenapa panitia begitu galaknya.
Saya mengikuti mos yang begitu menekan saya, pagi datang jam 6 ,pulang jam 12 , jam 2 siang sudah harus disekolah lagi, sampai disekolah keparkiran harus didorong motornya.7 hari saya jalani dengan penuh tekanan, ditambah lagi membawa makanan yang saat dibacakan begitu cepatnya hingga tak sempat menulis.Selesai mos saya dan teman yang lainnya langsung jatuh sakit.

Saya juga pernah mengikuti club bulu tangkis tapi tidak lama karena latihannya jam 2, jadi saya pulang sekolah sudah harus bersiap-siap untuk latihan. Tapi sekarang saya sudah selesai karena capek latihannya jam 2 dan mahal bayarnya, disamping itu juga terbentur dengan jadwal Les.Saat SMA saya sudah mulai kurus. Baru-baru ini saya juga mengikuti kegiatan Panitia Mos,awalnya saya tidak terpilih, dan pada saat diadakan seminar Yohanes Surya di sekolah, salah satu guru budi pekerti yang bernama Buk Cahyani memanggil saya, ternyata beliau menyuruh saya untuk mengikuti Panitia Mos karena cowok panitia mosnya masih kurang dan katanya body saya bagus.Jujur saya sangat senang karena dikatakan body saya bagus,karena saya dulunya gendut. Saya tidak berani menolak suruhan Buk Cahyani karena Buk Cahyani terkenal ketat dan galak, takutnya apabila saya menolak, nilai budi pekerti saya turun.

Setelah latihan panmos selama 10 kali, jujur latihan itu menyita waktu libur saya dan teman-teman panmos lainnya juga latihan itu lumayan keras dan melelahkan.Saya dan teman-teman panmos lainnya menjadi hitam.Kami dilatih oleh kakak-kakak osis agar menjadi tegas dan bisa marah tanpa ketawa.Dan setelah mos datang, jujur kami dan teman-teman lainnya sedikit kecewa dengan mos sekarang, karena tidak sebanding dengan mos kami dulu.Tapi, kami dan teman-teman panmos lainnya berusaha menjalankan tugas kami dengan profesional walaupun sedikit kecewa.

Saya tidak menyesal mengikuti kegiatan panmos itu, karena banyak sekali pembelajaran yang dapat saya rasakan, salah satunya yaitu belajar memimpin.Dimasa SMA ini saya masih belum memiliki prestasi, saya ingin menjadi siswa yang berprestasi agar nantinya prestasi itu bisa membantu saya masuk ke perguruan yang saya inginkan dan dapat mencapai cita-cita saya yaitu menjadi seorang Arsitek yang sukses dan memiliki suatu usaha, seperti rumah makan mungkin.

            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar